
di sudut kebuntuan tanpa makna
terpekur diri mengutuk kecewa
tangis tanpa air mata
jiwa terluka
lalu selembar putih kucoba isikan
kata
yang ku pungut dari balik sampah
dari balik derita
dari kosongnya makna
dari rasa yang luka
dari letih dn kecewa
lalu
untukmu tuhan
(dari) buta mulut ini
(ku)bacakan sastra
ah.......
akankah Kau dengar Tuhan?
sementara langitmu sesak
dari bising para penghujat
dari riuhnya janji pendusta
mungkinkah terdengar
serak suara ini Tuhan?
di sini
di pojok nurani
kutikam kembali hati yang mati
di sini
di sudut kelam naluri
ku dekam cerita
tentang meshias yg tak kunjung tiba
di sini
dalam tinggi mimpi dan bodohnya diri
ku sendiri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar